WAWANCARA DIREKTUR PKP : EVALUASI MUDIK SEHAT, AMAN DAN SELAMAT 2018

Tanggal : 29-Jun-2018 | Dilihat : 527 kali

Jakarta (26/06) – RRI Pro 3 Jakarta berkesempatan mewawancara drg. Saraswati, MPH selaku Direktur Pelayanan Kesehatan Primer, Kementerian Kesehatan RI. Direktur Pelayanan Primer menjadi narasumber dalam Wawancara Dialog Interaktif RRI Pro 3 mengambil tema Evaluasi Mudik Sehat, Aman dan Selamat 2018.

Kemenkes Pada Mudik 2018 Memberikan Dukungan Antara Lain Dengan Penyampaian Media Promosi Mudik Sehat, Aman Dan Selamat, Ketersediaan Pos Layanan Kesehaan, Ketersediaan Ambulance Roda 4 Dan Roda 2, Mempersiapkan Puskesmas, Rumah Sakit, Kantor Kesehatan Pelabuhan Dan Psc 119, Serta Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi.

Pada Mudik 2018 Kemenkes menyiagakan 3.910 fasilitas pelayanan kesehatan. Di tahun 2018 ini pula Kementerian Kesehatan bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi dan Kab/Kota mendirikan beberapa contoh pos kesehatan sesuai standar. Pos ini didirikan pada KM 88 A Tol Cipularang dan KM 101B Tol Cipali.

Selama Arus Mudik dan balik 2018 kali ini, Masalah kesehatan yang kerap dialami oleh masyarakat yang memanfaatkan pos kesehatan sepanjang jalur mudik adalah  ISPA sejumlah 51,4% pada usia kurang dari 5 tahun dan 16,8% pada usia lebih dari 5 tahun. Untuk anak usia kurang dari 5 tahun penyakit lainnya yang kerap terjadi yaitu diare, gangguan pencernaan, dan keracunan. Pada usia lebih dari 5 tahun, penyakit lainnya yang kerap terjadi adalah hipertensi, diare, gangguan pencernaan, kardiovaskular, dan keracunan. Serta  berdasar data yang diterima Kemenkes selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2018, kecelakaan yang ditolong di rumah sakit yaitu 1.566 orang (Jawa Barat 765 orang, Jawa Tengah 251 orang, Jawa Timur 550 orang). Pelaksanaan system rujukan dalam mudik lebaran tahun 2018 telah berjalan sesuai dengan sistem rujukan yang telah ditetapkan. Pertolongan pertama yang telah dilakukan oleh pos kesehatan dan Puskesmas, jika tidak bisa ditangani sampai tuntas akan dirujuk ke rumah sakit yang terdekat. Sistem rujukan ini juga diperkuat dengan adanya PSC 119.

Bebagai evaluasi telah dilakukan Kementerian Kesehatan Selama Penanganan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2018. Dalam Promosi kesehatan diharapkan dapat lebih meningkatkan Promosi Kesehatan oleh seluruh LS terkait, seperti kesadaran berkendaraan aman, PHBS, adanya tanda/penunjuk keberadaan fasyankes yang jelas. Dalam hal Fasilitas Pelayanan Kesehatan diharapkan dapat lebih terstandarisasinya fasyankes yang disiagakan untuk mudik serta Meningkatkan perhatian dan  kesiapsiagaan fasyankes pada daerah-daerah arteri/jalur non mudik yang rawan kecelakaan, serta antisipasi untuk korban kecelakaan semua moda transportasi. Untuk moda angkutan umum diharapkan Pemeriksaan kesehatan pengemudi sebaiknya dilakukan bukan hanya pada mudik dan balik tetapi menjadi suatu kegiatan rutin sehingga pengemudi terbiasa,  serta keadaan sehat dan laik jalan setiap saat bertugas. 

Diakhir wawancaranya drg. Saraswati berpsesan kepada seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga kesehatan, tidak hanya pada saat mudik lebaran saja. “Mari kita senantiasa berperilaku hidup sehat, dengan rutin cek kesehatan, melakukan aktivitas fisik, perbanyak makan buah dan sayur serta dapat mendengarkan setiap pesan-pesan dari seluruh lintas sektor dalam mewujudkan Mudik Sehat, Aman dan Selamat”.