PELATIHAN CALON SURVEIOR AKREDITASI FKTP ANGKATAN II/2019

Tanggal : 09-Dec-2019 | Dilihat : 252 kali
SEMARANG – Upaya peningkatan mutu yang dilakukan oleh fasilitas kesehatan melalui Akreditasi adalah untuk memberi jaminan kepada masyarakat bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan merupakan pelayanan yang berkualitas. Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sebagai pelayanan kesehatan tingkat dasar (gate keeper) harus memberikan pelayanan kesehatan bermutu sehingga berujung pada patient safety, patient satisfaction dan patient loyalty.

Mutu pelayanan tersebut dapat dilihat melalui salah satu intervensi mutu yaitu akreditasi Puskesmas dan akreditasi Klinik. Akreditasi Puskesmas dan Klinik menjadi sangat penting karena bukan hanya menjadi persyaratan kerja sama FKTP dengan BPJS tetapi merupakan suatu instrumen untuk menilai penerapan standar, keselamatan pasien dan mutu Puskesmas. Di samping itu akreditasi merupakan instrumen Puskesmas untuk mencapai tata kelola organisasi dan tata klinis yang baik.

Sejalan dengan sasaran pokok RPJMN tahun 2020-2024 bahwa seluruh FKTP harus sudah terakreditasi di tahun 2024, diperlukan upaya percepatan dalam pencapaian akreditasi FKTP. Pelatihan Calon Surveior ini merupakan salah satu bentuk percepatan akreditasi FKTP mengingat jumlah surveior saat ini tidak sebanding dengan pertumbuhan FKTP. Untuk itu perlu upaya nyata dari Kementerian Kesehatan yaitu dengan penambahan jumlah surveior FKTP baik tenaga medis maupun non medis melalui kegiatan Pelatihan Calon Surveior.

"Ada dua ilmu yang harus para calon surveior kuasai selama mengikuti pelatihan ini pertama dari sisi substansi standar akreditasi (komponennya). Kedua, ilmu sebagai surveior yaitu bagaimana mengamati dan melihat proses-proses layanan dengan baik, menghargai pendapat/ inovasi/ berbagai perubahan yang dilakukan faskes dan dilakukan pengamatan kepatuhan terhadap regulasi yang ada", demikian arahan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, dr. Bambang Wibowo, Sp.OG(K), MARS pada kegiatan Pelatihan Calon Surveior Akreditasi FKTP (6/12).

Adanya pelatihan calon surveior ini merupakan kesempatan yang berharga bagi para calon surveior untuk lebih meningkatkan kemampuan, kompetensi, dan pengembangan keilmuan dalam hal peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Calon surveior diharapkan selalu mengikuti kebijakan dan regulasi kesehatan terkini agar mengetahui dengan jelas tahap pelaksanaan survei. Di sisi lain, FKTP diharapkan semakin meningkatkan kualitas pelayanannya sehingga dapat senantiasa memberikan pelayanan yang efektif, aman, bermutu, dan non-diskriminasi dengan mengutamakan kepentingan terbaik pasien sesuai dengan standar profesi, standar pelayanan dan standar prosedur operasional.

Peserta pelatihan ini merupakan calon surveior akreditasi FKTP hasil perekrutan secara online melalui aplikasi SIAF. Dimana dari jumlah pelamar sebanyak 1.754 dan setelah melalui proses seleksi tahap I (administrasi dan verifikasi berkas) dilanjutkan seleksi tahap II (teori dan pengetahuan secara online) dan seleksi tahap III (wawancara, test dan kemampuan komputer), terpilih 71 orang yang lulus menjadi calon surveyor dan terbagi menjadi dua angkatan pelatihan calon surveior akreditasi FKTP Tahun 2019. (**iwj)

**Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-5222432 atau alamat e-mail :humas.yankes @gmail.com

Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan