CAPAIAN KINERJA KEMENKES 2017 DAN RENCANA KERJA 2018

Tanggal : 10-Jan-2018 | Dilihat : 120 kali

Jakarta. Rabu (10/01) bertempat di Ruang J Leimena Gedung Adhyatma Kemenkes, Menteri Kesehatan, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K), didampingi oleh para pejabat eselon I dan II menggelar jumpa pers awal tahun 2018 mengenai capaian kinerja 2017 dan rencana kerja 2018 Kementerian Kesehatan RI. 

Kemenkes dengan total alokasi anggaran pada tahun 2017 sebesar 58,3 T telah berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui berbagai program yaitu program Jaminan Kesehatan Nasional (25.5 T), dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis (2,8 T), program peningkatan pengawasan dan akuntabilitas aparatur (96,4 M), program pembinaan kesehatan masyarakat (1,7 T), program pembinaan pelayanan kesehatan (17 T), program pencegahan dan pengendalian penyakit (2,4 T), program kefarmasian dan alat kesehatan (3,4T), program penelitian dan pengembangan kesehatan (740 M), dan program pengembangan pemberdayaan SDM Kesehatan (4,6 T),

Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (Ditjen Yankes) sebagai salah satu unit eselon I di Kemenkes yang mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pelayanan kesehatan telah mencatat beberapa hal yang sudah dicapai antara lain :

  1. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui proses akreditasi.,Fasilitas kesehatan baik dari tingkat primer hingga rujukan telah melaksanakan proses akreditasi sepanjang tahun 2017 dimana 4.223 puskesmas sudah terakreditasi dari total puskesmas di Indonesia sebanyak 9.825. Sedangkan 1.206 rumah sakit sudah terakreditasi dari total RS di Indonesia sebanyak 2.776.
  2. Pelayanan kesehatan di daerah perbatasan.Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.02.02/Menkes/367/2015 yang menetapkan 48 Kabupaten/Kota dan 124 Puskesmas Sasaran Program Prioritas Nasional Pelayanan Kesehatan di Daerah Perbatasan tahun 2015-2019. Maka pada tahun 2016-2017 telah melakukan berbagai upaya terobosan guna mendukung pelayanan kesehatan di 124 Puskesmas Perbatasan melalui dana DAK afirmasi.
  3. Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).PIS-PK merupakan pelayanan luar gedung yang dilakukan oleh Puskesmas dalam meningkatkan akses pelayanan dengan mendatangi seluruh keluarga di wilayah kerja Puskesmas (total coverage). Pendekatan pelayanan yang dilakukan mengintegrasikan semua program dan  seluruh sumber daya yang ada secara berkesinambungan. Pada tahun 2017 dengan target 2.926 Puskesmas, telah didata sejumlah 4.840.623 Keluarga. 
  4. Layanan Emergency 119 (National Command Center dan Public Safety Center).Public Safety Center adalah suatu mekanisme pelayanan korban/pasien gawat darurat yang terintegrasi dan berbasis Call Centre dengan menggunakan kode akses telekomunikasi 119 dengan melibatkan masyarakat.  Tahun 2017 sudah terbentuk 134 PSC sudah tersebar di seluruh Kab/kota di Indonesia.
  5. Sebanyak 199 cath lab di 171 RS sudah mampu dengan melakukan operasi katerisasi jantung.
  6. Transplantasi Organ meliputi Transplantasi ginjal telah dilaksanakan di 10 RS dimana 4 RS sedang dalam penyiapan pengembangan pelayanan tranplantasi ginjal, dan  Transplantasi hati saat ini telah dilaksanakan di 5 RS.
  7. Stem Cell meliputi 2 RS pengampu dan 9 RS yang diampu.

Adapun rencana kerja yang menjadi prioritas nasional Kemenkes pada tahun 2018 dibagi menjadi tiga yaitu peningkatan kesehatan ibu dan anak, penguatan promotif dan preventif melalui GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), serta pencegahan dan pengendalian penyakit. Dimana Ditjen Yankes berperan dalam penguatan dan pembinaan pelayanan kesehatan pada tiga prioritas nasional Kemenkes tersebut di tahun 2018 dengan alokasi anggaran sebesar 15,4 T dari total anggaran kemenkes sebesar 59,097 T.  

**Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon :021-5277734 atau alamat e-mail :humas.yankes@gmail.com